Total Penayangan

Followers

02 April 2009

Surat Ku

Kamar ku, 24 Februari 2004
21. 35 WIB
Teruntuk
LAIL
Di mana dan kapan saja
Assalamualaikum Wr, Wb
Dear Lail,
Ini ketiga kalinya andre nulis surat buat kamu. Terdorong oleh rasa kagum dan suka, mungkin itu cukup menjadi alasannya. Biasa bagi yang lain tapi luar biasa bagi saya.

Sebenarnya saya bukan orang yang pandai buat merangkai kata-kata, bukan penulis yang baik. Terbukti selama sekolah saya mengarang tak pernah dapat nilai 8. Tapi apalah daya, saya coba menuliskan dan merangkaikan kata demi kata yang ada dalam hati ini buat kamu.

Kamu boleh percaya, pertama saya lihat kamu waktu itu, ada perasaan kagum. Saya sering curi pandang ke kamu. Ah ... itu nggak perlu diungkapkan lagi. Saya yakin kamu sudah tahu. Wajar ya ... sebagai laki-laki saya kagum sama kamu. Kamu cantik dan bukan hanya itu, masih banyak lagi yang belum aku ketahui dan perhatikan dari diri kamu.

Aku. Jujur ! Setiap orang mungkin hanya sedikit jujurnya, tapi aku rasa untuk perasaan cinta, suka, sayang ... orang mana mungkin berbohong, begitu juga dengan perasaan saya sekarang ini.

Rasa kagum, penasaran dan bla bla bla yang lain telah memenuhi pikiran saya. Maka dari itu surat demi surat yang kamu terima buat pengobat rasa penasaran saya sama kamu. Sebenarnya saya ingin ngobrol, bertanya dan tertawa sama kamu. Tapi terasa ada dinding pemisah antara kamu dan aku. Dan mudah mudahan bukan ego kamu yang menjadi pemisah. Hati dan pikiran saya sudah banyak dengan pertanyaan seputar kamu. Semua sudah tercemar, teracuni dengan pertanyaan seputar “Lail” siapa sih dia? Dimana rumahnya? Kapan lahirnya? Dan uh... banyak lagi. Dari pertanyaan seputar biodata sampai yang pribadi. Nggak keterlaluankan semua itu?

Terkadang memang ada pikiran negatif, ngeres, lamunan jorok tentang kamu, tapi maaf bukan kamu yang terbayang, tapi Titi Kamal. Kalaupun terbayang kamu mungkin cuma setengah leher ke atas atau paha ke bawah. Bukannya seneng malah bingung memang kamu seperti itu ? soalnya yang saya lihat waktu itu tertutup dari atas ke bawah yang keliatan cuman muka dan aksesorisnya juga jari tangan kamu sama kuku-kukunya.

Selagi nggak bosen kamu baca, saya masih banyak yang ingin diungkapkan seputar kamu dan perasaan saya. Banyak harapan saya ingin wujudkan mungkin salah satunya kenal kamu, jadi pacar kamu, setelah itu selanjutnya kita rencanakan berdua. Kalaupun ada tanggapan baik dari kamu mungkin bukan yang mustahil semuanya itu dapat terwujud. Aku nggak mimpikan ? nggak ... buktinya aku malah berdebar-debar kala menulis dan berharap apa yang aku tulis dapat dipahami dan diterima sama kamu.

Lela ... setelah beberapa paragraf aku tulis. Saya malah yakin kalau kamu banyak mendatangkan inspirasi buat saya, terbukti biasanya nggak bisa ngarang atau nulis ilmiah, tapi ... sekarang wuih ... udah banyak banget sampe tumplek semuanya. Nggak apa-apa yang penting hurufnya nggak ada yang tumpah.

Jikalau ada tanggapan baik dan bukan sekedar iseng atau ngisengin, saya mohon dibalas secepatnya dengan apa adanya. Dan maaf saya boleh minta foto, biodata kamu? Yang paling penting cinta buat ngilangin dahaga saya. Itupun kalau kamu nggak keberatan dan nggak punya ikatan dan janji dengan lelaki lain.
Dan untuk kamu tahu, kamu sudah mendapatkan 1/5 bagian dari hati saya, karena 4/5 bagian yang lain sudah saya berikan kepada diri saya sendiri, Allah SWT tuhan saya, keluarga saya, dan teman sahabat serta karib yang mencintai saya.

Nggak bosen kan kamu baca surat ini. Saya akhiri saja. Pokoknya semoga kamu juga punya harapan seperti saya. Dan kamu juga bukan hanya sekedar singgah sesaat di hati saya, tetapi berlabuh dan menetap serta menjadi bagian dari kehidupan saya.
Untuk sumber inspirasiku, positif dan negatif, sehat dan jorok pikiran, Lail ... sejahtera buat kamu! Semoga Allah SWT melindungi dan mengasihi kamu.

Wassalamualaikum Wr, Wb

Hormat saya,



Andreas Kurniawan

0 komentar

Post a Comment

home