Total Penayangan

Followers

02 April 2009

Hidup baru untukku?

Menjalani hidup dengan kebersamaan bahak tawa dan isak tangis akan silih berganti akan dihadapi dan mungkin telah dirasakan sebelumnya. Yang mungkin berbeda hanyalah kali ini kita telah terbebani tanggungjawab atas ikrar kesediaan mengarungi hidup bersama memperkaya jiwa dengan tanggungjawab terpikul yang membatasi aktivitas masa muda dan sejarah diri yang telah dilewati hingga detik ini.
Akan terasa amat berat jika mental emosional tak dapat dikendalikan, karena bagaimanapun juga kini kita akan melangkah pada sifat dasar manusia yang beradab guna melanggengkan dan memelihara generasi.

Pelajaran mungkin telah terpetik sebelum kita melangkah pada gerbang titian rumah tempat kita membaktikan diri selain karena tuntutan biologis manusia yang mengharapkan dan amat mengaharapkan dapat terpenuhinya semua kebutuhan lahiriah dan batiniahnya saja.
Setiap hembusan napas, debaran jantung telentang dan telungkupnya akan penuh dengan makna dan melahirkan sesuatu langkah pola pikir cipta dan karsa.
Adakalanya ketika hanya berkhayal merenungi keberadaan disisi mana kita berada akan memandang jauh suatu sisi yang telah kita lewati.
Akankah hari-hari yang lambat laun terarungi akan menyita waktu ? teramat sadar dan tak dapat terpungkiri jika semua itu akan terkesiap menyibak menyeruak, dan menyiksa diri yang ingin terbebas tanpa kekangan suatu janji yang telah terikrar. Yakinkan diri bahwa itu adalah sebagian kerikil yang berusaha memperlambat dan merusak keindahan titian yang terbina.
Adakah hidup baru ini tanpa tujuan ? akan lebih baik jika terencana baik dengan segala program jangka pendek, dan panjang beserta teorema teorema- hidup yang akan dikemukakan dan dipertahankan di hadapan lingkungan kehidupan.
Hidupku punyaku apa yang kulakukan untukku, kujalani hidup dulu, saat ini dan masa yang akan datang hanya untuk kebahagiaanku. Menjalani hidup sebaik-baiknya adalah tujuanku.


0 komentar

Post a Comment

home