Total Penayangan

Followers

17 March 2009

Saya dan Pesta Demokrasi

Sudah dekat, tinggal menghitung hari. Pemilu, Pesta Demokrasi, ajang lima tahunan dimana rakyat memilih wakil yang dapat dipercaya.

Pemilu oh pemilu… kini sepi, tak tercium baumu selain sikap acuh dari saya dan sebagian rakyat lain yang tidak simpati akan kedatanganmu. Saya tak mengais rezeki dari tibanya kamu, saya tidak menyimpan harapan dari keberadaanmu.

Saya tak bersemangat untuk mengikuti pestamu, bukan pelulusan bagi saya, bukan pertempuran buat saya. Apa dan bagaimana hasilmu kelak tak ternikmati oleh saya.

Tak dekat saya dengan panitiamu, tak akan ada buat saya puncak tumpeng atau potongan roti pertama untuk saya.

Bahkan sayup-sayup terdengar alunan lagumu menghibur pun tak ku dengar lagi. Yang ada hanya suara-suara orang menjajakan dirinya, yang ada hanya gambar-gambar orang dengan senyuman berharap.

Banyak selebaran, gambar tempel, penanggalan dari berbagai orang dengan senyum berharap. Berharap saya menjatuhkan pilihannya. Saya hanya diam dan kaku… bisu buta dan tuli.


0 komentar

Post a Comment

home