Total Penayangan

Followers

17 March 2009

Pemilihan Umum

Dulu ketika sekolah dasar, untuk lulus ujian pelajaran kesenian yang di Evaluasikan di sekolah dasar, setiap siswa harus dapat menghapal minimal 10 lagu wajib nasional. Salah satu lagu yang saya hafal kala itu sampai sekarang adalah lagu Pemilihan Umum. Apalagi setiap menjelang pemilu lagu tersebut dikumandangkan di stasiun televisi (TVRI dan hanya satu-satunya waktu itu) dan radio-radio, bahkan seingat saya dicorong-corong mobil Departemen yang dipimpin oleh Bapak Harmoko Kala itu.

Pemilihan umum telah memanggil kita, sluruh rakyat menyambut gembira…

Hak demokrasi pancasila, nikmat Indonesia merdeka…

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya, pengemban ampera yang setia…

Dibawah Undang-undang Dasar Empat Lima kita menuju kepemilihan umum.

Tapi sekarang…. di era reformasi, tak pernah saya dengar lagu tersebut sesering mungkin di putar. Apakah tak indah lagi lagu itu? sudah jenuh atau tak enak di dengar? padahal saya yakin pengarangnya sudah mencurahkan perasaanya untuk lagu tersebut. Bahkan beberapa tahun lalu salah satu Band kenamaan Indonesia telah merilis ulang lagu tersebut agar lebih up to date tapi tetap saja, tak lama…. sudahlah.

Kini semangat demokrasi memang meningkat, terbukti dengan puluhan partai berdiri dengan ribuan caleg tetapi semangat untuk memilih menurun. Jadi lagu Pemilu tersebut mungkin akan saya nyanyikan dengan jenis hymne dengan lirik kira-kira seperti ini

Pemilihan umum telah memanggil kita, sluruh rakyat menyambut biasa

Hak demokrasi pancasila, ini kah nikmatnya Indonesia merdeka…

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya, pengemban ampera yang setia…

Dibawah Undang-undang Dasar Empat Lima kita menuju kepemilihan umum.

Lalu… Lantas

Pantas!

Semoga tak ada yang Golput dalam pemilu kali ini. Karena akan banyak Goltip (Golongan Tipu-Tipu). So, What!

Permios


0 komentar

Post a Comment

home