Total Penayangan

Followers

04 March 2012

Tanggal 4 Bulan 3 Tahun Dua Ribu 12

4 bulan 3 tahun dua ribu 12, mungkin hari yang baik bagi sebagian orang. Terlihat dari saya saksikannya orang memulai hidup baru, menjalankan sunah rasulullah SAW.  Hari itu kebetulan saya ikut menyaksikan umat Rasulullah SAW yang berikrar atas cinta mereka yang katanya suci menjadi lebih suci dan bersih dalam ketentuan yang meliputi atas dirinya. 
Sebenernya bukan hal tadi yang akan saya ungkap disini, bukan soal perkawinan, cinta suci atau ikrarnya, atau apapun yang berbau hal tersebut. Yang saya ingin ungkap dan ceritakan adalah seputar pengalaman saya mengikuti acara "ngabesan" yang menurut kebiasaan disini tempat saya tinggal menyebutnya, yaitu suatu peristiwa meminang menikahkan, mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai wanita untuk dinikahkan. 
Singkat cerita saya disana, dengan seorang sahabat saya yang sekaligus adik dari mempelai laki-laki, di suatu desa di sekitar karawang utara yang menjadi tempat tinggal mempelai perempuan, awalnya hanya kesakralan seperti biasa halnya pada peristiwa akad nikah yang seperti belasan kali saya lihat, bahkan ada rasa menyesal untuk ikut dalam rombongan ngabesan itu, tapi ada satu hal yang buat saya berpikir dan merasa aneh dimana ada hal yang diluar dugaan terjadi.
Begini ceritanya, selepas akad yang dilaksanakan hampir mendekati waktu dzuhur langsung diadakan resepsi, untuk melepas kejenuhan saya dan sahabat saya pergi mengitari desa tersebut untuk sekedar melihat-lihat keadaan lingkungan sekitar, pergi ke jalan besar desa yang menjadi akses utama, kebetulan di tepi jalan desa itu ada gubuk tempat istirahat atau nongkrong anak muda sana, disana hanya bentangan sawah dan air irigasi yang dapat disaksikan, sesekali kendaraan lewat dihadapan kami. tiba-tiba ada wanita yang umurnya kurang dari 40tahun menurut taksiran saya  menghampiri, tidak ada kecurigaan buat saya, dia santun, mengucapkan salam dan meminta izin ingin duduk dekat saya. Tanpa rasa curiga saya mempersilakannya, namun ada hal yang aneh, bicaranya ngaco dan setengah tak mengerti isi bicaranya. Tak lama dari itu ada yang memberitahu saya warga sana bahwa itu wanita gila, sontak saya kaget pantas pikir saya banyak hal yang aneh dengan apa yang dibicarakannya. 
Setelah tahu bahwa keadaannya seperti itu saya berniat meninggalkannya, saya dan sahabat saya itu langsung pergi untuk meninggalkan wanita itu dan memutuskan kembali ke tempat resepsi, namun diluar dugaan dia terus mengikuti dan berkata-kata bahwa dia suka sama saya.... hehehehehe... aneh lutju dan ngenes kalo ingat saya dikejar-kejar orang kurang waras.
Kami diikuti sampai ke tempat diselenggarakannya resepsi nikah tadi, semua orang memandang dan bertanya-tanya kenapa kami diikuti, dan lain-lainnya.. Undangan yang banyak sontak memperhatikan kami dan tingkah orang gila yang terus mengikuti kami, menari-nari dan subhanallah ada hal yang tidak masuk akal dia kurang waras tetapi bisa melantunkan ayat-ayat dengan benar sesuai panjang pendeknya, memberi sahabat saya uang yang dia punya sebesar Rp. 2500, setelah itu tidak mengejar kami seusai membaca surat at tin dan memberi sahabat saya uang.
Subhanallah, Masya Allah, segala puji baginya yang mengerti apa maksudnya, sampai saat ini saya masih bingung dan kurang mengerti apa makna yang tersirat dari kejadian itu. Allahu alam bi muradh.


Baca selengkapnya »
home